
Sejak krisis moniter berlangsung,
begitu banyak permasalahan yang saya lihat mulai dari kehidupan sehari-hari
sampai orang frustasi di latar belakangi ekonomi kurang menguntungkan dan lingkungan
kurang mendukung. Sehingga mengetuk pintu hati untuk peduli dengan membantu beberapa
anak yatim yang ada di lingkungan saya.
Seiring dengan bergulirnya
waktu, perubahan pun terjadi dengan bertambahnya anak-anak yatim. Beban dan masalah
juga bertambah sementara dana serta tenaga pelaksana sangat terbatas. Untuk menemui
anak-anak pun harus dengan berjalan kaki dalam melaksanakan kegiatan ini.
Haru biru menyelimuti
kalbu bila berjalan bersama anak yatim menuju suatu tempat yang dituju. Panas ataupun hujan tak mereka hiraukan demi sesuatu yang mereka harapkan. Pilu hatiku
melihat wajah polos harus menanggung beban. Semestinya di usia mereka
yang masih belia bahagia yang didapat.
Mungkin rasa
iba inilah yang mendorong saya untuk peduli membantu pada sesama dalam mengatasi permasalahan ini. Disinilah saya belajar dengan sabar
berfikir dan berusaha mencari jalan keluarnya untuk membantu mereka. Saya ingin
mereka maju tetapi bagaimana caranya?
Syukur
Alhamdulillah Alloh SWT memberikan jalan dengan petunjuknya melaui berbagai
saran dan dukungan dari para donatur, tokoh masyarakat, serta nasihat dari Bapak
Alm. Prof. Sajogyo untuk membentuk organisasi yang di berinama “WADAH AMANAH
UMMAT”. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 11 Mei 2008, dengan jumlah anak yatim
94 orang. Yang di asuh oleh Ibu Dede Rohani,Perintis Wadah ini.
Demikianlah sekelumit
perjalanan berdirinya Wadah Amanah Ummat. Maksud dan tujuan mengangkat harkat dengan
merangkul umat untuk menjembatani kesulitan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan anak-anak
yatim, serta membantu mewujudkan harapan dan cita-cita yang di impikan khususnya
dunia pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar