Jumat, 23 Februari 2018

Kilas Cerita Berdirinya Wadah Amanah Ummat

Foto Mulyana Rudie.

Sejak krisis moniter berlangsung, begitu banyak permasalahan yang saya lihat mulai dari kehidupan sehari-hari sampai orang frustasi di latar belakangi ekonomi kurang menguntungkan dan lingkungan kurang mendukung. Sehingga mengetuk pintu hati untuk peduli dengan membantu beberapa anak yatim yang ada di lingkungan saya.

Seiring dengan bergulirnya waktu, perubahan pun terjadi dengan bertambahnya anak-anak yatim. Beban dan masalah juga bertambah sementara dana serta tenaga pelaksana sangat terbatas. Untuk menemui anak-anak pun harus dengan berjalan kaki dalam melaksanakan kegiatan ini.

Haru biru menyelimuti kalbu bila berjalan bersama anak yatim menuju suatu tempat yang  dituju. Panas ataupun hujan tak mereka hiraukan  demi sesuatu yang mereka harapkan. Pilu hatiku melihat wajah polos harus menanggung beban. Semestinya di usia mereka yang masih belia bahagia yang didapat.

Mungkin rasa iba inilah yang mendorong saya untuk peduli membantu pada sesama dalam mengatasi permasalahan ini. Disinilah saya belajar dengan sabar berfikir dan berusaha mencari jalan keluarnya untuk membantu mereka. Saya ingin mereka maju tetapi bagaimana caranya?

Syukur Alhamdulillah Alloh SWT memberikan jalan dengan petunjuknya melaui berbagai saran dan dukungan dari para donatur, tokoh masyarakat, serta nasihat dari Bapak Alm. Prof. Sajogyo untuk membentuk organisasi yang di berinama “WADAH AMANAH UMMAT”. Organisasi ini diresmikan pada tanggal 11 Mei 2008, dengan jumlah anak yatim 94 orang. Yang di asuh oleh Ibu Dede Rohani,Perintis Wadah ini.


Demikianlah sekelumit perjalanan berdirinya Wadah Amanah Ummat. Maksud dan tujuan mengangkat harkat dengan merangkul umat untuk menjembatani kesulitan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan anak-anak yatim, serta membantu mewujudkan harapan dan cita-cita yang di impikan khususnya dunia pendidikan.

Kilas Cerita Berdirinya Wadah Amanah Ummat

Sejak krisis moniter ber langsung, begitu banyak permasalahan yang saya lihat mulai dari kehidupan sehari-hari sampai orang frustasi di...